2 Menggunakan 2 alternatif
By Fernando on Jumat, 06 Agustus 2010
Seorang teolog sakit. Ia mendengar bahwa Nasrudin itu searang mistikus. Dan dalam keadaannya yang setengah sadar, ia merasa ada sesuatu di dalam dirinya.
Akhirnya ia dikirim kepada Nasrudin.
“Buatkan do’a yang bisa membuatku memasuki dunia lain, Mullah,” katanya. “Bukankah engkau terkenai pandai dalam berhubungan dengan dimensi lain.”
“Dengan senang hati,” kata Nasrudin. “Tuhan tolonglah aku. Setan, tolonglah aku!”
Lupa dengan rasa sakitnya, orang suci ini bangkit karena rasa tersinggung yang luar biasa. “Mullah, engkau pasti sudah gila.”
“Tidak sepenuhnya, sahabatku. Seseorang yang berada dalam kondisi seperti engkau ini, tidak akan mampu menangkap kesempatan. Jika ia melihat dua alternatif, ia mencoba membuktikan yang mana yang berhasil!”
Read more
Akhirnya ia dikirim kepada Nasrudin.
“Buatkan do’a yang bisa membuatku memasuki dunia lain, Mullah,” katanya. “Bukankah engkau terkenai pandai dalam berhubungan dengan dimensi lain.”
“Dengan senang hati,” kata Nasrudin. “Tuhan tolonglah aku. Setan, tolonglah aku!”
Lupa dengan rasa sakitnya, orang suci ini bangkit karena rasa tersinggung yang luar biasa. “Mullah, engkau pasti sudah gila.”
“Tidak sepenuhnya, sahabatku. Seseorang yang berada dalam kondisi seperti engkau ini, tidak akan mampu menangkap kesempatan. Jika ia melihat dua alternatif, ia mencoba membuktikan yang mana yang berhasil!”
0 Makan sop bebek
By Fernando on
Nasrudipn memandang beberapa ekor bebek yang kelihatannya akan lezat bila dimasak. Mereka sedang bersenang-senang di sebuah kolam. Ketika Nasrudin mencoba menangkapnya, bebek-bebek itu terbang.
Setelah itu ia celupkan beberapa patong roti ke dalam air dan kemudian melahapnya. Beberapa orang yang lewat bertanya apa yang ia lakukan itu.
“Aku sedang makan sop bebek,” jawab Nasrudin kalem.
Read more
Setelah itu ia celupkan beberapa patong roti ke dalam air dan kemudian melahapnya. Beberapa orang yang lewat bertanya apa yang ia lakukan itu.
“Aku sedang makan sop bebek,” jawab Nasrudin kalem.
1 Menolong bulan
By Fernando on
Ketika sedang berjalan-jalan, Nasrudin melewati sebuah sumur yang membuatnya ingin melihat ke dalamnya. Ketika itu hari mulai malam. Waktu Nasrudin menatap air dalam sumur itu, ia melihat bulan di sana.
“Aku harus menyelamatkan bulan!” pikir Nasrudin. “Jika tidak, ia tidak akan pernah beranjak, dan bulan puasa tidak akan pemah berakhir.”
Akhirnya, ia mendapatkan seutas tali, dan kemudian, ia pun berteriak: “Pegang kuat-kuat, ya, terus bersinar”
Tali itu ternyata terjerat pada sebuah batu besar di dalam sumur, dan Nasrudin menghela tali itu sekuat tenaga. Ketika ujung tali sudah hampir mendekatinya, ia jatuh terpelanting. Sambil terkapar, matanya memandangi langit, dan tiba-tiba saja, ia melihat sang Bulan sudah ada di sana. Bisa juga engkau kuselamatkan kata Nasrudin, Betulkan, untung saja saya aku lewat.”
Read more
“Aku harus menyelamatkan bulan!” pikir Nasrudin. “Jika tidak, ia tidak akan pernah beranjak, dan bulan puasa tidak akan pemah berakhir.”
Akhirnya, ia mendapatkan seutas tali, dan kemudian, ia pun berteriak: “Pegang kuat-kuat, ya, terus bersinar”
Tali itu ternyata terjerat pada sebuah batu besar di dalam sumur, dan Nasrudin menghela tali itu sekuat tenaga. Ketika ujung tali sudah hampir mendekatinya, ia jatuh terpelanting. Sambil terkapar, matanya memandangi langit, dan tiba-tiba saja, ia melihat sang Bulan sudah ada di sana. Bisa juga engkau kuselamatkan kata Nasrudin, Betulkan, untung saja saya aku lewat.”
